Mengenal Ukuran Wiremesh untuk Konstruksi

Ukuran Wiremesh untuk Konstruksi

Pernahkah Perkasa Partner merasa kebingungan memilih beragam jenis dan ukuran wiremesh untuk kebutuhan konstruksi Anda? Kebingungan ini wajar sekali terjadi terutama bagi Anda yang belum mengetahui perbedaan masing-masing spesifikasi wiremesh dengan detail. Nah, bagi Perkasa Partner yang masih bingung mengenai berbagai ukuran wiremesh untuk kebutuhan konstruksi, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Mengenal Wiremesh

Wiremesh adalah jaring-jaring baja yang digunakan untuk penguat struktur bangunan dan sering digunakan untuk tulangan pondasi pada gedung bertingkat. Produk ini juga memiliki bentuk yang sangat unik karena terbuat dari anyaman besi.

Dimensi Ukuran Wiremesh
Dimensi Ukuran Wiremesh

Wiremesh memiliki bermacam-macam ukuran mulai dari M4 hingga M10. Perbedaan ukuran wiremesh ini berdasarkan besarnya diameter pada masing-masing ukuran. Diameter wiremesh biasanya dilambangkan dengan huruf M, misalnya wiremesh M8 memiliki diameter (d) sebesar 8 mm. Perhitungan ini juga berlaku untuk ukuran lainnya. 

Wiremesh juga memiliki bentuk yang beragam yaitu berupa lembaran atau gulungan yang memiliki fungsi penggunaan yang berbeda. Ukuran standar untuk wiremesh lembaran umumnya memiliki panjang (p) 5,4 m dengan lebar (l) 2,1 m. Wiremesh lembaran juga memiliki luasan sebesar 11,34 m2. Sedangkan untuk wiremesh roll memiliki panjang 54 m dengan lebar 2,1 m, sehingga wiremesh roll memiliki luasan sebesar 113,4 m2. Ukuran dan bentuk wiremesh yang beragam memberikan kemudahan bagi kontraktor dalam memilih variasi yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

Ukuran Wiremesh berdasarkan Jenis Konstruksi

Dari penjelasan diatas, Perkasa Partner tahu bahwa wiremesh memiliki ukuran yang sangat beragam. Oleh karena itu Anda sebagai seorang kontraktor harus teliti dalam menentukan wiremesh sesuai dengan jenis konstruksi yang sedang dikerjakan. Anda perlu melakukan perhitungan beban terlebih dahulu untuk dapat mengetahui ukuran dan jumlah wiremesh yang dibutuhkan sehingga dapat memaksimalkan anggaran biaya dengan baik. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi ukuran wiremesh berdasarkan jenis konstruksinya yang bisa menjadi bahan referensi bagi Perkasa Partner sebelum membeli wiremesh.

1. Konstruksi Gedung

Konstruksi gedung merupakan jenis konstruksi yang paling dekat dengan kita karena berkaitan dengan bangunan atau hunian yang digunakan sehari-hari. Pada konstruksi bangunan, wiremesh biasanya digunakan dalam tulangan pondasi pada pembangunan gedung. Ukuran wiremesh yang sering digunakan untuk bangunan satu lantai biasanya berukuran M4-M6. Ukuran ini cukup untuk menahan beban dan memperkuat struktur bangunan satu lantai karena tipe bangunan ini tidak membutuhkan kekuatan tulangan yang besar. Sedangkan, ukuran wiremesh yang digunakan untuk membangun bangunan bertingkat menggunakan wiremesh dengan ukuran M8-M10 karena memiliki diameter tulangan yang besar sehingga dalam proses pengecoran dapat menahan beban dengan sangat baik.

Pastikan Perkasa Partner memilih ukuran wiremesh yang tepat dan sesuai dengan konstruksi gedung yang sedang dibangun. Jika masih bingung, Anda bisa melakukan konsultasi dengan ahlinya atau segera menghubungi SMS Perkasa sebagai distributor besi wiremesh terpercaya.

2. Konstruksi Jalan

Umumnya kegiatan konstruksi jalan yang sering dilakukan meliputi proyek penggalian, pengurugan, pengerasan jalan hingga proses finishing ruas jalan yang sedang dibangun. Kegiatan konstruksi jalan biasanya membutuhkan bahan bangunan yang sifatnya mampu memperkuat pondasi jalan yang sedang dibangun. Wiremesh merupakan salah satu jenis material yang digunakan untuk membuat  pondasi jalan.

Biasanya wiremesh yang sering digunakan untuk proyek konstruksi jalan adalah wiremesh M8. Wiremesh M8 memiliki diameter 8 mm dengan kekuatan tarik minimal 55 kgf/mm2, balas ulur minimal 50 kgf/mm2 dan mampu bertahan pada kondisi lengkung 180 derajat. Sebagai contoh proyek pembangunan ruas jalan di Cipanas-Warung Banten yang memiliki volume kerja sebesar 8 km, dan medan jalan perbukitan berhasil ditopang dengan pembesian wiremesh ukuran M8.

3. Konstruksi Bangunan Air

Konstruksi bangunan air adalah jenis konstruksi yang dibangun di sepanjang aliran air untuk keperluan irigasi sungai dan waduk. Jenis konstruksi ini sering menggunakan material segmental blok untuk menanggulangi longsor pada bangunan air. Dalam aplikasinya, wiremesh dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan pondasi dalam material segmental blok. Adapun jenis wiremesh yang biasa digunakan untuk pondasi segmental blok adalah wiremesh M5. Spesifikasi wiremesh M5 yang digunakan yaitu memiliki diameter sebesar 5 mm dengan kuat geser las minimal 20 kgf/mm2. Ukuran wiremesh ini juga mampu bertahan pada kondisi keretakan pada sisi luar lengkungan sebesar 180o.

Contoh penggunaan wiremesh untuk segmental blok dilakukan pada Proyek Pekerjaan Segmental Blok KM 7 di Lereng Jalan Akses PLTA Musi. Proyek ini memiliki tingkat kemiringan vertikal 1:100 dengan dimensi segmental blok sebesar 400 mm x 200 mm dan ternyata proyek tersebut berhasil ditopang dengan wiremesh ukuran M5 sebagai pondasi dari segmental blok.

Tips Memilih Wiremesh Berkualitas

Setelah Anda mengetahui cara menentukan ukuran wiremesh yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana Anda mengetahui ciri-ciri wiremesh yang berkualitas untuk konstruksi. Ciri-ciri ini wajib diketahui agar Anda tidak salah pilih saat membeli wiremesh untuk bahan material konstruksi. Berikut tips-tipsnya untuk Anda!

1. Motif Anyamannya Rapi dan Teratur

Tips pertama dalam membeli besi wiremesh adalah memilih besi wiremesh yang motif anyamannya masih rapi dan teratur. Yang dimaksud di sini dengan rapi dan teratur adalah sebisa mungkin ukuran dari tiap kotaknya sama satu dengan yang lain, karena jika tidak rata atau ukuran dari masing-masing kotak berbeda, maka daya kekuatannya akan tidak maksimal. Sebaliknya, besi anyaman yang ukuran masing-masing kotaknya sama akan cenderung lebih maksimal dan tahan lama.

2. Pilih Wiremesh yang Tidak Berkarat

Tips kedua adalah untuk menghindari melakukan pembelian wiremesh yang berkarat. Hal ini dikarenakan keberadaan karat pada besi menandakan bahwa wiremesh telah mengalami penurunan kualitas. Besi wiremesh yang sudah berkarat juga tidak sekuat besi wiremesh yang bebas dari karat, sehingga kurang optimal apabila digunakan sebagai pondasi bangunan ataupun pondasi jalan raya.

3. Warna Mengkilap dan Bersih

Bila Anda menemukan wiremesh yang dari awal sudah kotor dan warnanya tidak mengkilap, maka bisa saja besi tersebut merupakan besi bekas, banci, atau produk yang defect. Hal ini dikarenakan besi wiremesh yang masih baru dan berkualitas seharusnya memiliki warna yang mengkilap dan bersih. Mengapa demikian? Sebab keberadaan noda pada besi dapat memicu munculnya karat dan kerusakan lainnya sehingga kekuatan dari besi ini akan berkurang, dan tentu kurang ideal untuk dijadikan material untuk konstruksi. Oleh karena itu pada saat memilih besi wiremesh dengan kualitas terbaik, utamakan yang tampilan fisiknya bersih sekaligus mengkilap.

4. Pilih Wiremesh Sesuai dengan Standar SNI

Kami selalu merekomendasikan Anda untuk memilih besi wiremesh yang memiliki sertifikat SNI. Wiremesh yang bersertifikat SNI sudah dapat dipastikan terbuat dari campuran bahan baku yang berkualitas. Penggabungan dari bahan-bahan tersebut membuat wiremesh memiliki ketahanan terhadap korosi atau karat yang lebih kuat dibandingkan besi-besi yang berkualitas banci.

Cara Menentukan Ukuran Wiremesh dan Jumlahnya untuk Konstruksi

Setelah Anda mengetahui penggunaan berbagai ukuran wiremesh yang disesuaikan dengan jenis konstruksinya hingga ciri-ciri wiremesh yang berkualitas, maka akan memudahkan Anda dalam menentukan ukuran dan jumlah yang dibutuhkan dalam proses pembangunan. Terdapat tiga cara yang bisa Anda lakukan yaitu

1. Siapkan Data Awal

Sebelum berencana untuk melakukan pembelian bahan bangunan untuk konstruksi, Anda perlu melakukan pengumpulan data awal terlebih dahulu. Data awal tersebut meliputi data lokasi proyek, jenis konstruksi dan informasi lainnya secara lengkap. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Anda dalam menentukan jumlah material bangunan khususnya wiremesh yang dibutuhkan sehingga sesuai dengan target awal yang telah ditentukan. Sebaiknya Anda juga menyiapkan gambar desain bangunan konstruksi agar bisa menjadi bahan referensi dalam proses pembangunan.

2. Hitung Keseluruhan Beban Konstruksi

Setelah Anda mengetahui karakteristik bangunan konstruksi, cara kedua yang bisa dilakukan adalah melakukan analisa struktur konstruksi. Perhitungan analisa struktur mencakup perhitungan keseluruhan beban seperti beban hidup, beban mati, beban gempa dan rencana pemodelan struktur dalam konstruksi Anda. Proses perhitungan analisa struktur bisa Anda lakukan menggunakan tools yaitu Structural Analysis Program (SAP) 2000 untuk mempermudah perhitungan. Setelah Anda melakukan perhitungan tersebut, Anda dapat mengetahui besarnya gaya dalam proyek konstruksi. Besaran gaya tersebut dapat dijadikan tolak ukur untuk menentukan rasio dan diameter tulangan wiremesh yang diperlukan.

Berikut ini hasil penentuan ukuran wiremesh berdasarkan analisis struktur konstruksi yang sering digunakan dalam proyek.

Jenis KonstruksiUkuran Wiremesh
Gedung 1 lantaiWiremesh M4-M6
Gedung bertingkatWiremesh M8-M10
Pondasi jalanWiremesh M8
Pondasi segmental blokWiremesh M5
List Rekomendasi Ukuran Wiremesh untuk Konstruksi

3. Hitung Jumlah Kebutuhan Wiremesh

Setelah mengetahui ukuran wiremesh yang tepat, langkah selanjutnya Anda dapat melakukan perhitungan jumlah wiremesh sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Berikut ini rumus perhitungan kebutuhan wiremesh yang dapat Anda gunakan

Catatan:

  1. Luas proyek kamu = panjang area x lebar area konstruksi
  2. Luas wiremesh SMS Perkasa sebesar 11,54 m untuk wiremesh lembaran dan luas 115,4 m untuk wiremesh rol.

Contoh Perhitungan Jumlah dan Ukuran Wiremesh

Agar dapat lebih memudahkan Anda dalam pengaplikasian cara perhitungan jumlah dan ukuran wiremesh, berikut study case sederhana yang dapat membantu Anda memahami cara menghitung kebutuhan wiremesh.

Sebagai seorang kontraktor yang memiliki proyek konstruksi gedung bertingkat dengan spesifikasi:

  1. Konstruksi gedung rumah sakit 5 lantai
  2. Proyek konstruksi memiliki luas 1000 m2 (panjang area = 100 m dan lebar area = 10 m)
  3. Anda berencana menggunakan wiremesh lembaran untuk pondasi plat lantai konstruksi Anda

Tugas Anda adalah menentukan ukuran wiremesh untuk konstruksi gedung rumah sakit dan juga harus menentukan jumlah kebutuhan wiremesh untuk proyek konstruksi Anda.

Berikut ini cara menentukan ukuran wiremesh beserta jumlahnya:

  1. Siapkan data tanah dan gambar desain bangunan rumah sakit yang akan dibangun untuk mengetahui karakteristik dari bangunan tersebut.
  2. Selanjutnya, lakukan analisa struktur pada konstruksi gedung rumah sakit. Analisa struktur ini dilakukan untuk mengetahui rasio dan diameter wiremesh untuk konstruksi. Proyek konstruksi untuk pembangunan gedung bertingkat biasanya menggunakan wiremesh M8 hingga wiremesh M10.
  3. Setelah mengetahui ukuran wiremesh untuk konstruksi, Anda dapat melakukan proses penghitungan jumlah kebutuhan wiremesh dengan cara berikut ini.

Jadi, ukuran wiremesh yang Anda butuhkan dalam proses pembangunan gedung rumah sakit adalah wiremesh M8-M10 dengan jumlah sebesar 87 lembar.

Demikian langkah untuk menentukan ukuran wiremesh sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Pastikan Anda dapat melakukan analisa struktur dengan baik  agar dapat menentukan ukuran wiremesh yang tepat untuk konstruksi Anda. Setelah itu, Anda dapat segera melakukan pembelian material bangunan yaitu wiremesh sesuai dengan kebutuhan Anda. SMS Perkasa sebagai distributor wiremesh siap membantu Anda memenuhi kebutuhan wiremesh karena kami menyediakan berbagai ukuran dan stok yang lengkap. Untuk mendapatkan informasi harga wiremesh terbaru dan informasi detail produk wiremesh beserta stok yang tersedia, jangan ragu untuk mengkonsultasikan kebutuhan Anda dengan sales kami.

back to top