5 Tips untuk Merenovasi Rumah dengan Hemat

Perkasa Partner yang sudah mempunyai pengalaman dalam merenovasi rumah pasti tahu bahwa merenovasi rumah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak prosesnya yang ribet, kompleks, dan akhirnya membuat biaya renovasi menjadi membengkak. Namun, Anda tentu tidak ingin pengalaman tersebut menimpa Anda lagi, kan? Yuk baca artikel di bawah ini untuk mengetahui tips merenovasi rumah dengan hemat!

1. Periksa Kondisi Bangunan Rumah

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi bangunan rumah Anda agar Anda dapat mengetahui area atau ruangan bagian mana yang perlu untuk direnovasi dan juga renovasi sejauh apa yang perlu dilakukan.

Ada kondisi-kondisi yang tidak terlalu mendesak atau urgent, seperti cat dinding atau pagar yang mengelupas, sehingga renovasinya tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Namun, ada juga kondisi-kondisi yang cukup mendesak atau kerusakannya cukup parah, dan bila tidak segera ditindaklanjuti dapat berakibat fatal. Contohnya seperti rangka atap yang keropos, saluran air yang bocor, atau dinding yang retak. Hal-hal ini memerlukan renovasi yang besar dan harus secepat mungkin dilakukannya.

2. Lakukan Riset Terlebih Dahulu

Riset Konsep Desain

Apabila Perkasa Partner ingin mengubah susunan ruang (layout) dan konsep desain interior secara menyeluruh, maka Perkasa Partner harus menentukan konsep desain serta mendata kebutuhan ruang terlebih dulu sebelum melakukan renovasi rumah.

Di Indonesia sendiri, ada empat konsep desain yang banyak digemari, yakni konsep desain minimalis, yang biasanya menggunakan besi hollow, konsep desain klasik, konsep desain industrial, dan konsep desain futuristik. Namun, masing-masing konsep tentu memiliki keuntungan dan kelebihan sendiri-sendiri, dan ini perlu dicari tahu lebih lanjut melalui riset konsep desain yang bisa Perkasa Partner lakukan melalui riset offline dan/atau riset online.

Riset offline bisa dilakukan dengan menanyakan kepada orang-orang terdekat yang sudah pernah mengubah desain rumah mereka maupun dengan  melihat dan membaca buku atau majalah yang banyak mengulas tentang desain-desain rumah. Di sisi lain, riset online bisa dilakukan dengan membaca blog atau artikel yang banyak mengulas mengenai desain-desain layout rumah.

Riset Kontraktor

Sudah sering sekali kita mendengar bahwa banyak sekali kontraktor yang bermasalah. Ada yang di tengah-tengah jalan tiba-tiba kabur tanpa sebab, ada pula yang awalnya bilang bahwa biayanya akan terjangkau, namun di tengah jalan tiba-tiba biayanya jadi melonjak. Oleh karena itu, Perkasa Partner tidak boleh sembarangan atau tergesa-gesa menunjuk kontraktor. Carilah kontraktor yang terpercaya dan reputasinya baik, dan kami merekomendasikan Anda untuk menanyakan hal ini kepada teman-teman terdekat Anda yang sudah pernah melakukan renovasi rumah menggunakan kontraktor.

Riset Harga

Hal yang juga penting untuk dilakukan sebelum melakukan renovasi rumah adalah Perkasa Partner harus rajin-rajin melakukan survei harga material bangunan dan biaya jasa tukang pada saat itu. Hal ini bertujuan agar Anda bisa memiliki gambaran mengenai kira-kira berapa biaya yang perlu Anda persiapkan.

3. Persiapkan Anggaran yang Sesuai

Setelah mengetahui kondisi rumah Anda dan melakukan riset, Anda tentu akan mulai mempunyai gambaran tentang berapa biaya yang perlu Anda keluarkan untuk merenovasi rumah Anda. Dengan gambaran tersebut, Anda bisa memulai untuk membuat rincian anggaran yang sesuai serta mulai menabung. Hal ini bertujuan agar kelak Anda tidak kewalahan saat melihat tagihan biaya renovasinya.

Kami juga menyarankan Perkasa Partner untuk menyiapkan dana cadangan karena terkadang meski kita sudah merencanakan dan menyusun anggaran renovasi rumah secara detail, pembengkakan biaya masih tetap bisa terjadi. Pembengkakan biaya seperti ini bisa membuat Anda dalam masalah, apalagi jika ternyata tidak memiliki dana yang dapat dialokasikan ke sana. Jangan sampai berutang atau mengalami kesulitan keuangan karena kondisi seperti ini. Pastikan Anda menyiapkan dana cadangan untuk biaya renovasi rumah. Setidaknya, biaya cadangan ini harus Anda siapkan minimal 10% dari total anggaran renovasi rumah Anda tersebut. Misalnya, jika budget renovasi rumah  sebesar Rp100 juta, maka Anda harus mempersiapkan biaya cadangan sebesar Rp10 juta. Lagipula, lebih baik mempersiapkan uang lebih daripada kurang, kan?

4. Hindari Merenovasi Rumah saat Musim Hujan

Kami juga menyarankan Perkasa Partner untuk sebisa mungkin menghindari merenovasi rumah saat musim hujan. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya pembengkakan dalam biaya renovasi. Sebab, waktu pengerjaan renovasi bisa terganggu atau tertunda bila hujan sedang turun. Hal ini kemudian dapat berakibat biaya tukang menjadi membengkak karena waktu pengerjaan yang tertunda.

5. Gunakan Bahan Yang Berkualitas

Sama seperti dalam proyek-proyek lainnya, kami merekomendasikan Perkasa Partner untuk selalu menggunakan bahan yang berkualitas dalam merenovasi rumah Anda. Jangan sembarang memilih bahan bangunan hanya karena harganya yang terlihat murah tanpa mengecek kualitasnya terlebih dahulu. Menggunakan bahan berkualitas mungkin terlihat lebih mahal di awal, tapi hal ini akan menguntungkan bagi Anda di jangka panjang. Hal ini dikarenakan barang yang kurang berkualitas akan cepat rusak dan bisa membuat Anda harus merenovasi ulang sampai berkali-kali, sehingga biaya akan membengkak. Namun, bahan bangunan yang berkualitas akan awet dan didiamkan selama bertahun-tahun pun tidak akan rusak.

Jangan lupa untuk membeli bahan bangunan di toko yang terpercaya juga, ya! Selalu lakukan transaksi hanya dengan pihak yang terpercaya dan toko yang sudah terdaftar secara legal. SMS Perkasa hadir di sini untuk memenuhi kebutuhan renovasi rumah Anda dengan menyediakan bahan-bahan bangunan yang berkualitas dan bersertifikat SNI. Besi untuk renovasi yang tersedia di SMS Perkasa adalah:

  • Besi hollow: fungsi hollow dalam merenovasi rumah adalah biasanya ia digunakan untuk membuat balkon, pagar, plafon, rangka dinding, dan kanopi
  • Kanal C (CNP): berfungsi untuk membuat rangka atap
  • Kanal U (UNP): biasanya digunakan sebagai penutup atap dan penopang dinding
  • Wiremesh: sering digunakan untuk menguatkan dak beton dalam pembangunan rumah
  • Besi siku: biasanya dibuat untuk kerangka tangga dan rangka pintu.

Baca juga: Mengenal Spesifikasi, Jenis, dan Ukuran Besi Hollow

Bagaimana Perkasa Partner? Sudah siap merenovasi rumah Anda? Jangan lupa kalau SMS Perkasa bisa membantu dalam merenovasi rumah Anda karena kami menyediakan banyak bahan bangunan berkualitas yang tentu tidak hanya akan membantu mempercantik rumah Anda, tapi juga membantu Anda menghemat pengeluaran!

back to top