Tabel Berat, Ukuran, dan Spesifikasi Lengkap H Beam dan Baja WF

Profil baja H-Beam dan baja WF (Wide Flange) merupakan tulang punggung utama dalam konstruksi baja modern. Pemahaman spesifikasi teknis yang akurat sangat krusial agar struktur bangunan tidak mengalami failure dan anggaran tidak membengkak akibat salah estimasi tonase. Sedang menyusun RAB bulan ini? Segera amankan stok dan cek penawaran Harga Besi H Beam serta katalog Harga Baja WF terbaru langsung dari gudang SMS Perkasa.
Standar Spesifikasi Baja Struktural SNI (SS400)
Pemilihan material baja tidak boleh sembarangan, terutama untuk struktur bangunan bentang lebar atau gedung bertingkat tinggi. Material baja struktural yang beredar di Indonesia umumnya mengacu pada standar JIS G3101 SS400 yang setara dengan standar SNI dan ASTM A36.
Baja grade SS400 memberikan jaminan kekuatan struktur bangunan Anda. Material ini memiliki batas tegangan leleh (yield strength) minimal 245 MPa dan tegangan tarik (tensile strength) 400-510 MPa. Hasilnya, struktur baja mampu menahan beban tarik dan tekan ekstrem tanpa mengalami deformasi permanen.
SMS Perkasa mensuplai profil H-Beam dan WF dari pabrikan baja terkemuka di Indonesia. Beberapa brand tersertifikasi SNI yang kami distribusikan meliputi Gunung Raja Paksi (GRP), Gunung Garuda Steel (GYS), Lautan Steel (LS), hingga Krakatau Steel (KS).
Tabel Berat dan Ukuran Besi H-Beam Lengkap
Besi H-Beam adalah profil baja struktural yang dimensi tinggi (H) dan lebar sayapnya (B) memiliki ukuran yang sama atau mendekati sama (H ≈ B). Desain simetris ini membuat H-Beam memiliki momen inersia yang tinggi pada kedua sumbunya.
Besi H-Beam menopang kolom utama pada bangunan vertikal. Profil baja ini menahan beban tekan dari struktur atas bangunan secara merata ke area pondasi. Hasilnya, gedung bertingkat atau warehouse besar dapat berdiri stabil dan tahan terhadap beban aksial ekstrem.
Berikut adalah tabel spesifikasi ukuran dan berat besi H Beam yang tersedia di SMS Perkasa:
| Profil H-Beam | Dimensi H x B (mm) | Berat per Batang (kg) | Panjang Standar (m) | Merek / Pabrikan |
| H 100×100 | 100 x 100 | 203.0 – 206.0 | 12 | GRP, KS |
| H 150×150 | 150 x 150 | 373.0 – 378.0 | 12 | GYS, LS, KS |
| H 175×175 | 175 x 175 | 482.0 | 12 | GRP |
| H 200×200 | 200 x 200 | 599.0 | 12 | GYS, LS |
| H 250×250 | 250 x 250 | 862.0 | 12 | GYS, LS |
| H 300×300 | 300 x 300 | 1116.0 | 12 | GYS |
| H 350×350 | 350 x 350 | 1620.0 | 12 | GYS |
| H 400×400 | 400 x 400 | 2064.0 | 12 | GRP |
💡 Tips Procurement: Selalu perhatikan toleransi berat baja (biasanya sekitar 3% – 5%). Varian H 200×200 dan H 300×300 merupakan SKU yang paling tinggi turnover-nya, sehingga sangat disarankan untuk melakukan PO (Purchase Order) lebih awal sebelum progres lapangan dimulai.
Tabel Berat dan Ukuran Baja WF Lengkap
Baja WF (Wide Flange) memiliki bentuk fisik menyerupai huruf ‘I’, di mana ukuran dimensi tingginya (H) lebih panjang secara signifikan dibandingkan lebar sayapnya (B).
Baja WF berfungsi sebagai balok horizontal atau gelagar pada struktur jembatan dan pabrik. Profil ini mendistribusikan beban momen lentur di sepanjang bentangan baja. Hasilnya, lantai dak mezzanine atau rangka atap bentang lebar tetap kokoh dan tidak melengkung di tengah bentangan.
Berikut adalah referensi tabel spesifikasi dan berat baja WF dengan panjang standar 12 meter:
| Profil Baja WF | Dimensi H x B (mm) | Berat per Batang (kg) | Panjang Standar (m) | Merek / Pabrikan |
| WF 150×75 | 150 x 75 | 168.0 | 12 | GYS, LS |
| WF 300×150 | 300 x 150 | 440.0 | 12 | GYS, LS |
| WF 346×174 | 346 x 174 | 496.0 | 12 | LS |
| WF 400×200 | 400 x 200 | 792.0 | 12 | LS |
| WF 700×300 | 700 x 300 | 2220.0 | 12 | GRP |
| WF 800×300 | 800 x 300 | 2520.0 | 12 | GRP |
Beda Bentuk, Beda Fungsi: Perbandingan H Beam dan WF agar Tidak Salah Spec
Meskipun dalam tabel terlihat memiliki berat yang mirip untuk ukuran tertentu, secara struktural H-Beam dan WF memiliki perilaku yang berbeda saat menahan beban. Kesalahan pemilihan profil tidak hanya berdampak pada pemborosan anggaran (overspec), tetapi juga berisiko pada keamanan struktur.
Agar memudahkan Anda dan tim procurement dalam mengambil keputusan saat order di SMS Perkasa, berikut adalah infografis antara Besi H-Beam dan Baja WF.

Perbedaan H Beam dan WF dalam Aplikasi Proyek
Meskipun terlihat serupa dan sering dipertukarkan oleh orang awam, H-Beam dan Wide Flange (WF) memiliki fungsi struktural yang berbeda. Memahami perbedaan ini krusial untuk mencegah kegagalan struktur (structural failure) akibat salah pemilihan profil tegangan.
Baja H-Beam memiliki dimensi tinggi dan lebar sayap yang hampir simetris (H≈B). Profil penampang bujur sangkar ini mentransfer gaya aksial vertikal dengan sangat seimbang. Hasilnya, H-Beam paling optimal dimanfaatkan sebagai tiang pancang (piling) dan kolom tegak (vertical columns) pada struktur gedung pencakar langit atau struktur heavy duty.
Di sisi lain, baja WF memiliki tinggi penampang (Web) yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari lebar sayap/flange-nya (H>B). Profil tinggi ini menahan gaya geser (shear force) dan momen lentur (bending moment) secara memanjang. Hasilnya, baja WF adalah pilihan material terbaik untuk balok gelagar (horizontal beams) dan rafter atap pada struktur bentang lebar.
Contoh Perhitungan Tonase Baja untuk RAB
Dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontraktor, estimasi dilakukan menggunakan satuan kilogram atau ton, bukan batang. Ini karena harga fluktuatif baja di pasar selalu dipatok per kilogram.
Berikut adalah cara menghitung kebutuhan tonase material:
Skenario: Anda mendapatkan proyek pembangunan warehouse logistik dan membutuhkan 15 batang H-Beam 200×200 dan 30 batang Baja WF 150×75.
- Hitung Tonase H-Beam 200×200:
- Berat per batang = 599 kg.
- Total berat = 15 batang × 599 kg = 8.985 kg (8,98 Ton).
- Hitung Tonase WF 150×75:
- Berat per batang = 168 kg.
- Total berat = 30 batang × 168 kg = 5.040 kg (5,04 Ton).
- Total Tonase Keseluruhan Proyek:
- 8.985 kg + 5.040 kg = 14.025 kg (14,02 Ton).
Jika harga H-Beam/WF hari ini diasumsikan berada di angka Rp12.000/kg (hanya ilustrasi, silakan cek harga aktual di website SMS Perkasa), maka anggaran material baja struktural Anda adalah sekitar Rp168.300.000.
FAQ Seputar H Beam dan Baja WF
Q: Apakah spesifikasi H Beam dan WF di Indonesia mengikuti aturan standar internasional?
A: Ya. Sebagian besar pabrikan baja struktural kelas A di Indonesia memproduksi profil baja menggunakan standar JIS G3101 (SS400) dari Jepang, yang juga setara dan diakui oleh regulasi SNI 07-0329-2005.
Q: Berapa panjang standar material baja H Beam dan WF?
A: Panjang standar (SNI) pabrikan untuk besi H-Beam dan baja WF adalah 12 meter per batang. Anda dapat memotong sesuai kebutuhan di lapangan, namun distributor tetap menjual dalam kelipatan 12 meter.
Q: Jika beban konstruksi sangat besar, mana yang lebih baik antara H-Beam dan WF?
A: Tergantung posisinya. Jika beban tersebut berarah vertikal ke bawah (sebagai tiang/kolom), H-Beam lebih kuat mencegah tekuk (buckling). Namun, jika beban tersebut berada di posisi mendatar/horizontal, WF lebih optimal dan efisien menahan lentur.
Kesimpulan
Mengetahui tabel berat, dimensi, dan standar SNI spesifikasi baja struktural secara mendetail adalah fondasi kesuksesan manajemen procurement sebuah proyek konstruksi. Material profil H-Beam dengan bentuk simetrisnya dikhususkan untuk menopang struktur kolom tegak. Sebaliknya, profil baja WF dengan penampang memanjangnya diciptakan sempurna untuk menahan lentur sebagai balok horizontal.
Pemilihan spesifikasi dan ukuran yang presisi akan mencegah pemborosan tonase besi, mengurangi potensi rework (kerja ulang), dan memastikan proyek berjalan mulus tanpa kendala struktural. SMS Perkasa menyediakan beragam profil baja dari merek-merek ternama (GRP, KS, GYS, LS) lengkap dengan MTC (Mill Test Certificate). Dapatkan harga wholesale terbaik dan jaminan pengiriman bebas telat ke seluruh Indonesia langsung dari gudang Surabaya dan Tangerang.

