Spesifikasi & Tabel Ukuran Besi CNP Standar SNI Lengkap

Besi Kanal C atau C-Channel (CNP) merupakan profil baja struktural ringan hasil fabrikasi cold-formed (pembentukan dingin). Pabrikator memproduksi profil ini menggunakan material dasar plat besi hitam (Pelat SPHC / Steel Plate Hot Rolled Coiled) berspesifikasi JIS G3131 atau baja karbon setara ASTM A36. Proses penekukan dingin ini meningkatkan yield strength material secara mekanis, membuat CNP memiliki rasio kekuatan terhadap berat (strength-to-weight ratio) yang superior untuk aplikasi struktur atap (purlin) dan girts dinding penyekat. Untuk mempermudah perhitungan struktur proyek Anda, berikut adalah Spesifikasi & Tabel Ukuran Besi CNP Standar SNI Lengkap:

Spesifikasi & Tabel Ukuran Besi CNP Standar SNI Lengkap:

Kontraktor struktur baja mewajibkan keakuratan dimensi untuk memastikan kesesuaian bentang dan mencegah pemborosan anggaran. Nomenklatur ukuran besi CNP selalu mengikuti format: Panjang Badan (A) x Panjang Sayap (B) x Panjang Bibir (C) x Ketebalan (T).

Detail Teknis: Membaca Nomenklatur CNP

Jika Bill of Quantities (BOQ) mencantumkan spesifikasi CNP 100 x 50 x 20 x 2.3 mm, ini berarti material memiliki lebar badan 100 mm, sayap 50 mm, bibir 20 mm, dan ketebalan plat dasar 2.3 mm.

Berikut adalah tabel ukuran dan berat besi CNP standar SNI yang beredar di distributor baja Indonesia:

Ukuran Profil (A x B x C) (mm)Ketebalan Plat (T) (mm)Berat Tabel per Batang (6m) (kg)
CNP 60 x 30 x 101.6 mm9.76 kg
2.3 mm13.50 kg
CNP 75 x 35 x 151.6 mm12.40 kg
2.3 mm17.50 kg
CNP 100 x 50 x 201.6 mm17.50 kg
2.3 mm24.40 kg
3.2 mm32.50 kg
CNP 125 x 50 x 202.3 mm27.10 kg
3.2 mm36.30 kg
CNP 150 x 50 x 202.3 mm29.80 kg
3.2 mm40.10 kg
CNP 200 x 75 x 203.2 mm56.50 kg
Tabel Besi CNP

(Catatan: Berat aktual di lapangan memiliki toleransi manufaktur ± 5% dari berat tabel SNI).

Failure Mode: Konsekuensi Defisit Ketebalan pada Struktur Atap

Struktur Atap Besi CNP
Struktur Atap Besi CNP

Project manager kontraktor kelas menengah wajib menghindari material besi banci (spesifikasi di bawah standar SNI) untuk mencegah kegagalan struktur. Kesalahan pemilihan ketebalan CNP memicu kegagalan struktural spesifik yang dikenal sebagai deformasi puntir (torsional buckling).

Ketika atap menerima beban mati (berat genteng/galvalum) dan beban hidup (tekanan angin/pekerja), CNP dengan ketebalan defisit (misal: spesifikasi 2.3 mm namun fisik hanya 1.8 mm) akan kehilangan kapasitas inersia penampang. Modulus elastisitas material gagal menahan gaya geser, mengakibatkan badan CNP melendut ke samping. Defleksi asimetris ini memaksa site engineer melakukan pembongkaran paksa dan rework total, yang berdampak langsung pada klaim penalti keterlambatan jadwal. Bandingkan kapasitas tekuk ini dengan profil U pada artikel Perbedaan CNP dan UNP.

Baca Juga: Perbedaan CNP dan UNP, Apa Saja Sih?

Decision Framework: Panduan Inspeksi Penerimaan Barang untuk Procurement

Tim procurement dan logistik lapangan memegang peran sebagai gatekeeper spesifikasi. Gunakan kerangka keputusan berikut saat armada pengiriman tiba di site proyek:

  1. Verifikasi Toleransi Ketebalan (Micrometer Check): Ukur ujung penampang menggunakan mikrometer sekrup, bukan meteran pita. Toleransi ketebalan plat standar pabrik Indonesia berkisar antara 0.1 mm hingga maksimal 0.2 mm. Jika deviasi melebihi angka ini, identifikasi material tersebut sebagai kelas banci dan tolak penerimaan barang.
  2. Verifikasi Kesikuan Geometri (Squareness): Gunakan siku tukang (siku 90 derajat) pada sudut antara web dan flange. Penekukan cold-formed yang buruk menghasilkan sudut tumpul yang mempersulit proses pengelasan dan penyambungan pelat cleat.
  3. Verifikasi Integritas Permukaan (Inspeksi Visual): Tolak batangan baja yang menunjukkan indikasi pitting corrosion (karat memakan daging plat). Karat permukaan tipis (surface rust) akibat oksidasi pengiriman masih dapat ditoleransi dan diatasi dengan aplikasi zinc chromate (cat dasar anti-karat).

Distributor baja yang beroperasi sebagai mitra kesuksesan proyek (project-success partner) akan memberikan visibilitas spesifikasi secara transparan sejak tahap kuotasi. Kejelasan dokumen teknis memastikan proyek berjalan tanpa insiden keterlambatan atau penolakan pengawas lapangan.

Pengadaan material yang akurat menyelamatkan jadwal konstruksi dan menghindari pembengkakan biaya rework. SMS Perkasa hadir sebagai mitra distribusi baja B2B untuk kontraktor umum menengah di Jabodetabek dan Surabaya yang menuntut kepastian On-Time dan On-Spec. Butuh suplai besi CNP toleransi ketat sesuai kebutuhan Anda?

besi-cnp
Bagikan sekarang