Mengungkap Sejarah dan Masa Depan Stadion Barombong di Makassar

Stadion barombong

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kemajuan, infrastruktur olahraga menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan di banyak wilayah di Indonesia. Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, tidak terkecuali dalam upaya ini. Stadion Barombong, yang semestinya menjadi lambang kebanggaan dan ambisi olahraga Sulawesi Selatan, hingga kini masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan di kalangan masyarakat. Kendati dibayangi oleh berbagai kontroversi, hambatan, dan tragedi, harapan untuk melihat stadion ini berdiri megah sebagai pusat kegiatan olahraga di timur Indonesia tetap menjadi impian banyak pihak. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sejarah, tantangan, dan harapan masa depan dari Stadion Barombong di Makassar.

Sejarah Stadion Barombong

Provinsi Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, telah lama memiliki visi untuk meningkatkan kemajuan di berbagai bidang, termasuk olahraga. Hal ini mendorong kebutuhan akan stadion berstandar internasional, terutama untuk sepak bola, olahraga yang digemari hampir seluruh masyarakat.

Kembali ke tahun 2011, Gubernur Syahrul Yasin Limpo memimpin inisiatif untuk membangun Stadion Barombong di kawasan pantai yang masuk wilayah Kelurahan Barombong. Meskipun ada usulan untuk menamai stadion ini sesuai nama Gubernur, proposal tersebut dikesampingkan untuk menghindari kontroversi.

Makassar, ibukota provinsi, sudah memiliki Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, yang beroperasi sejak tahun 1957. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kapasitas pemirsa, kebutuhan akan stadion yang lebih modern dan lebih besar menjadi sangat mendesak.

Dramatisasi Pembangunan

Proyek pembangunan Stadion Barombong terbukti jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan. Sejak dimulai pada 2011, stadion ini telah melihat serangkaian hambatan yang membuatnya sulit untuk mencapai garis finish. Salah satu kejadian yang paling menonjol adalah pada Desember 2017, ketika bagian dari tribun selatan runtuh.

Stadion Barombong Runtuh
Stadion Barombong Runtuh
Sumber foto: Medcom.id

Kejadian tersebut menjadi peringatan keras tentang tantangan konstruksi dan potensi risiko yang datang dengan proyek skala besar.

Misteri Lahan Stadion Barombong

Masalah lahan menjadi salah satu titik kontroversi terbesar dalam proyek Stadion ini. Kendati PT GMTD dan Pemprov Sulsel sudah mencapai kesepakatan lewat MoU pada 2019, belum ada tindakan konkret mengenai serah terima lahan. Persoalan ini diperparah dengan temuan audit yang menunjukkan potensi masalah konstruksi lainnya, menambah daftar panjang hambatan pembangunan.

Dampak Bagi Klub Lokal: PSM Makassar

PSM Makassar, sebagai tim sepak bola paling legendaris di daerah ini, merasakan dampak langsung dari ketidakpastian stadion ini. Tanpa sebuah ‘rumah’ tetap, tim harus beradaptasi dengan berbagai kondisi, yang pada akhirnya mereka lakukan dengan gemilang dengan meraih juara Liga 1 musim 2022/2023. Namun, ini juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk infrastruktur olahraga yang lebih stabil.

Harapan Masa Depan Stadion Barombong

Meskipun dengan semua hambatannya, harapan untuk Stadion Barombong tetap menyala terang. Dengan dukungan Pemkot Makassar, banyak yang optimis bahwa stadion ini akan menjadi realitas. Masyarakat Sulsel berharap untuk segera memiliki stadion berkelas dunia yang memenuhi ekspektasi mereka, menjadi wujud nyata dari kemajuan dan kebanggaan regional.

Dalam konteks pembangunan Stadion, kualitas konstruksi dan keberlanjutan menjadi aspek penting yang tidak dapat diabaikan. Proyek infrastruktur seperti stadion memerlukan perhatian khusus pada pemilihan material yang sesuai dengan standar SNI seperti penggunaan besi beton SNI, yang mencerminkan komitmen untuk kualitas dan keamanan.

Sebagai pusat kegiatan olahraga dan hiburan, Stadion Barombong harus dibangun dengan mempertimbangkan aspek kekuatan dan durabilitas. Dengan berinvestasi pada material berkualitas tinggi dan bersumber dari distributor besi yang terpercaya, kita memastikan bahwa stadion tidak hanya menjadi simbol kebanggaan tetapi juga representasi dari kualitas dan standar tinggi dalam pembangunan infrastruktur.

Bagikan sekarang