Mengenal Apa Itu Stainless SUS? Kode 304, 316, dan 201

Pernahkah Anda melihat pagar tetangga yang baru dipasang setahun lalu tapi sudah muncul bintik-bintik karat seperti noda teh? Atau mungkin Anda sedang memegang penawaran dari kontraktor yang menuliskan spesifikasi “Bahan: SUS 304” dan bertanya-tanya, “Apa bedanya dengan besi stainless biasa?” Dalam dunia konstruksi dan manufaktur, istilah “stainless sus” adalah jaminan standar kualitas. Namun, tidak semua stainless diciptakan setara. Salah memilih kode angka di belakangnya (304, 316, atau 201) bisa berakibat fatal: dari korosi dini, risiko keamanan pangan, hingga pembengkakan biaya perawatan.
Artikel ini disusun berdasarkan riset teknis mendalam dan standar industri terkini untuk memandu Anda memilih material yang tepat langsung dari perspektif ahli.
Apa Sebenarnya Arti “SUS”? (Bukan Merek, Tapi Standar)
Sering terjadi salah kaprah di lapangan bahwa “SUS” adalah merek. Faktanya, SUS adalah singkatan dari “Steel Use Stainless”. Istilah ini lahir dari JIS (Japanese Industrial Standards), standar industri Jepang yang sangat berpengaruh di pasar Asia, termasuk Indonesia.
Karena sejarah panjang industri manufaktur Jepang di Indonesia, istilah SUS lebih umum digunakan oleh tukang dan insinyur kita dibandingkan istilah “SS” (yang merujuk pada standar Amerika/ASTM) atau “Baja Tahan Karat”.
Perbedaan Stainless SUS 304 vs SUS 316L vs SUS 201
Mengapa harga satu batang pipa bisa berbeda jauh meski tampilannya sama-sama mengkilap? Jawabannya ada pada unsur mikroskopis di dalamnya. Mari kita lihat “resep kimia” yang membuat mereka berbeda:
1. SUS 304: Sang “Workhorse” Serbaguna (Food Grade Standar)
Ini adalah tipe yang paling populer di dunia, mengandung minimal 18% Kromium dan 8% Nikel.
- Karakteristik: Tahan karat sangat baik untuk cuaca normal, higienis, dan mudah dibentuk.
- Aplikasi Ideal: Peralatan dapur, tangki air bersih, pagar rumah (area perkotaan), dan furniture.
- Tips Pengadaan: Untuk renovasi dapur atau tangki air, cek harga plat stainless steel tipe 304. Pastikan Anda mendapatkan sertifikat yang menjamin kadar Nikel min. 8%.
2. SUS 316 / 316L: “Marine Grade” untuk Lingkungan Keras
Perbedaan kuncinya ada pada Molybdenum (Mo). Penambahan 2-3% unsur ini membuat SUS 316 punya perisai ekstra melawan garam (klorida).
- Varian SUS 316L: SMS Perkasa menyediakan stok spesifik SS 316L (Low Carbon). Huruf ‘L’ berarti karbon rendah, yang membuatnya jauh lebih unggul saat dilas (tidak mudah keropos di sambungan).
- Aplikasi Wajib: Pagar rumah di pinggir pantai (seperti PIK, Ancol, Bali), perlengkapan kapal, dan tangki bahan kimia.
- Risiko: Menggunakan SUS 304 di pinggir laut akan menyebabkan tea staining (karat permukaan) dalam hitungan bulan.
3. SUS 201: Alternatif Ekonomis (Warning: Bukan Food Grade!)
Di sinilah banyak pembeli terjebak. SUS 201 mengurangi kandungan Nikel (yang mahal) dan menggantinya dengan Mangan.
- Karakteristik: Lebih keras, harga jauh lebih murah, tapi ketahanan karat rendah.
- Bahaya Keamanan: Berdasarkan konteks SNI 8753:2019 tentang peralatan makan, material seri 200 umumnya tidak direkomendasikan karena risiko pelarutan logam Mangan (leaching) pada kondisi asam/panas.
- Aplikasi yang Diizinkan: Hanya untuk interior kering seperti rangka kursi, rak display toko, atau pegangan tangga indoor. Jangan gunakan untuk wadah makanan atau tandon air.
- Solusi Hemat: Jika anggaran terbatas untuk struktur non-makanan indoor, Anda bisa membandingkan harga pipa stainless tipe 201 sebagai opsi hemat.
Tips Pro: Jangan Tertipu Mitos & Salah Beli Finish
Agar Anda semakin jeli saat berbelanja material, perhatikan dua detail teknis berikut:
1. Cara Cek Keaslian: Magnet vs. Cairan Kimia
Banyak orang mengira “Kalau nempel magnet berarti palsu”. Ini kurang akurat.
- Fakta Magnet: SUS 304 yang ditekuk (misal di ujung pipa) bisa sedikit menarik magnet karena perubahan struktur atom saat diproses (cold working).7
- Cara Tes Valid: Gunakan Cairan Uji Stainless (Spot Test). Teteskan cairan asam khusus pada permukaan logam:
- Berubah Merah Bata = SUS 201 (Mangan Tinggi).
- Tetap Bening/Abu-abu = SUS 304/316 (Nikel Tinggi).
- Cara Paling Aman: Minta Mill Test Certificate (MTC) dari distributor resmi seperti SMS Perkasa.
2. Kenali Kode Finishing (Permukaan)
Jangan sampai salah beli plat kasar untuk kebutuhan dekorasi.
- Finish 2B (Matte/Doff): Halus, warna abu-abu perak. Standar untuk tangki, sink, dan kitchen set. Tersedia di ketebalan tipis (0.8mm – 3.0mm).
- Finish F1 (Industrial): Kasar, warna putih keruh seperti kulit jeruk. Biasa untuk plat tebal (>3.0mm) yang dipakai di mesin industri atau lantai pabrik.
- Finish Mirror/BA: Mengkilap seperti kaca. Khusus untuk dekorasi estetika.
Memahami istilah stainless sus adalah langkah awal melindungi investasi Anda. Kode 304, 316, dan 201 bukan sekadar angka, melainkan indikator keamanan dan keawetan.
- Gunakan SUS 316L untuk area pantai dan kimia.
- Pilih SUS 304 untuk standar food grade dan outdoor umum.
- Batasi SUS 201 hanya untuk interior kering dan bukan untuk makanan.
Jangan ragu berkonsultasi. Jika Anda membutuhkan material baja dengan jaminan spesifikasi dan ukuran presisi, hubungi tim ahli kami di SMS Perkasa sekarang juga!

