Spesifikasi & Berat H Beam 150 dan 100 untuk Konstruksi Mezzanine

Spesifikasi & Berat H Beam 150 dan 100 untuk Konstruksi Mezzanine

Mengetahui berat h beam 150 sangat krusial bagi pemborong interior saat merancang struktur mezzanine komersial. Selanjutnya, perhitungan yang presisi memastikan batas beban mati bangunan eksisting tetap dalam batas aman. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai profil baja ini sangat dibutuhkan sebelum memulai tahap eksekusi. Untuk melengkapi dasar pengetahuan Anda mengenai material ini, pastikan juga membaca panduan Mengenali Profil Baja : H Beam, WF, INP dan UNP Untuk Konstruksi.

Parameter Dimensi dan Berat H Beam 150×150

Untuk mezzanine komersial yang membutuhkan bentang bebas lebih panjang, material berdimensi 150 bertindak sebagai balok utama yang sangat ideal. Terlebih lagi, inersia penampang yang besar mampu mereduksi lendutan lantai akibat beban dinamis secara signifikan. Dengan demikian, kenyamanan pengguna di atas lantai mezzanine akan tetap terjamin.

Tabel dimensi standar untuk material 150×150 meliputi:

  • Tinggi: 150 mm
  • Lebar Flens: 150 mm
  • Tebal Badan: 7 mm
  • Tebal Flens: 10 mm
  • Radius Fillet: 11 mm
  • Luas Penampang: 40,14 cm persegi

Kalkulasi berat h beam 150 memiliki massa linier 31,5 kg/m. Sebagai akibatnya, untuk satu batang standar berukuran 12 meter, kontraktor harus merencanakan alat angkat dengan kapasitas minimum 1 ton. Pasalnya, total beban satu batang utuh mencapai 378,0 kg.

Parameter Dimensi dan Berat H Beam 100×100

Sementara itu, profil dimensi 100 memberikan rasio kekuatan terhadap bobot yang optimal untuk kolom penyangga beban ringan. Bahkan, bentuk penampang flens yang lebar memastikan stabilitas aksial yang jauh lebih baik dibandingkan profil baja lainnya. Oleh sebab itu, material ini sangat diandalkan untuk ruangan dengan batas ketinggian plafon rendah.

Berdasarkan regulasi teknis dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), bobot teoritis profil ini adalah 17,2 kg/m. Selanjutnya, produsen mendistribusikan material ini dalam panjang standar 12 meter. Sehingga, total beban mati untuk satu batang utuh mencapai 206,4 kg.

Detail Teknis: Sebagai informasi tambahan, arsitek ritel sering menggunakan profil 100 sebagai kolom struktur independen di dalam mal. Namun, kesalahan umum sering terjadi saat pelat dasar didesain terlalu kecil. Akibatnya, lantai beton eksisting menerima beban geser berlebih yang memicu keretakan struktural. Kami merekomendasikan ketebalan pelat dasar minimum 12 mm dengan dimensi luasan 200 x 200 mm.

Analisis Beban Mati pada Struktur Mezzanine

Pemborong interior sering dihadapkan pada restriksi kapasitas lantai dari pihak pengelola gedung. Dalam konteks ini, baja struktural menyumbang persentase beban mati paling dominan. Oleh karena itu, menghitung beban linier sangat krusial untuk mencegah kegagalan struktur pelat lantai bagian bawah. Jika Anda ingin membandingkan material ini dengan profil lain, Anda bisa mempelajari Perbedaan Besi WF dan H Beam | Wajib Diketahui pada panduan kami sebelumnya.

Sebagai contoh penerapan, mari kita asumsikan sebuah mezzanine kafe memiliki dimensi 4 x 4 meter. Kemudian, struktur ini menggunakan profil 150 sebagai balok induk dan profil 100 sebagai balok anak dengan jarak 1 meter. Kita dapat menghitung distribusi bebannya dengan cukup mudah.

Pertama, total panjang balok induk untuk dua sisi adalah 8 meter. Maka, berat keseluruhan balok induk mencapai 252 kg dari hasil perkalian bentang dengan bobot linier material. Kedua, akumulasi panjang balok anak untuk lima bentang adalah 20 meter. Sehingga, estimasi berat balok anak menembus angka 344 kg.

Lebih lanjut, perhitungan beban momen maksimal pada balok sederhana memerlukan analisis terhadap total beban merata. Beban merata ini mencakup akumulasi berat struktur profil baja ditambah material pelat lantai komposit. Pada akhirnya, insinyur harus memverifikasi bahwa profil baja grade SS400 mampu meredam tegangan momen dari beban merata tersebut sepanjang bentang dengan toleransi lendutan aman.

Panduan Memilih Dimensi Baja Sesuai Kebutuhan

Pemilihan dimensi profil baja menentukan ketebalan akhir plafon hingga pelat lantai mezzanine secara keseluruhan. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan parameter berikut sebagai panduan utama pengambilan keputusan:

  1. Beban Hidup Rendah: Gunakan dimensi 100 sebagai balok utama untuk area kantor kecil di dalam gudang atau ruang eksibisi ringan. Alasan utamanya, profil ini mampu meminimalisasi ketebalan lantai menjadi maksimal 15 cm saja.
  2. Beban Hidup Menengah: Terapkan dimensi 150 sebagai balok utama pendukung struktur. Secara spesifik, dimensi ini sangat direkomendasikan untuk mezzanine restoran, kafe ritel, atau ruang arsip padat.
  3. Restriksi Logistik Proyek: Jika akses proyek berada di dalam pusat perbelanjaan tertutup, profil dimensi 100 lebih direkomendasikan. Sebab, potongan 3 meter material ini hanya seberat 51,6 kg. Dengan demikian, mobilisasi manual oleh kru proyek menjadi jauh lebih memungkinkan.

Sebagai penutup, PT SMS Perkasa memiliki dukungan pengiriman dengan jadwal terukur dari fasilitas di Tangerang dan Surabaya. Melalui layanan ini, kami memastikan kontraktor terhindar dari kekacauan lapangan akibat material yang terlambat datang. Pada akhirnya, jadwal pengerjaan konstruksi komersial Anda akan tetap berjalan presisi dan menguntungkan.

besi-hbeam
Bagikan sekarang