Angkur Besi | Jenis dan Cara Pasang Terbaik

Angkur Besi

Pernahkah Anda membayangkan apa yang menahan sebuah gudang baja raksasa agar tidak terangkat saat diterpa angin kencang? Atau, bagaimana mesin pabrik yang bergetar hebat bisa tetap diam di posisinya? Jawabannya bukan hanya pada berat beton, melainkan pada komponen kecil namun vital yang sering tersembunyi: angkur.

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia konstruksi baik kontraktor, procurement, maupun pemilik rumah yang sedang renovasi mengabaikan kualitas angkur besi adalah kesalahan fatal. Salah memilih spesifikasi bisa berakibat pada keretakan dinding, kebocoran, hingga kegagalan struktur yang membahayakan nyawa. Artikel ini adalah panduan komprehensif untuk Anda. Kita akan mengupas tuntas apa itu angkur, cara membedakan besi asli vs palsu (“banci”), hingga teknik pemasangan yang benar.

Apa Itu Angkur?

Secara sederhana, angkur atau yang juga disebut sebagai anchor boltbaut tanamdynabolt, atau paku beton adalah elemen penyambung yang berfungsi mentransfer beban dari struktur atas (seperti kolom baja WF atau mesin) ke dalam struktur bawah (pondasi beton). Bayangkan angkur sebagai “akar” buatan yang mencengkeram erat ke dalam beton, memastikan apapun yang menempel padanya tidak bergeser atau tercabut.

Dalam rekayasa sipil, anchor bolt harus mampu menahan dua gaya “jahat” utama:

  1. Gaya Tarik (Tension): Gaya vertikal yang mencoba mencabut angkur (contoh: angin mengangkat atap kanopi).
  2. Gaya Geser (Shear): Gaya horizontal yang mencoba memotong angkur (contoh: getaran mesin atau gempa bumi).

Jenis-Jenis Angkur: Mana yang Cocok untuk Proyek Anda?

Memilih angkur tidak boleh sembarangan. Berdasarkan waktu pemasangannya, angkur dibagi menjadi dua kategori besar:

1. Angkur Tanam (Cast-in-Place)

Ini adalah metode paling tradisional dan terkuat. anchor bolt (biasanya bentuk L atau J) dipasang sebelum beton dicor.

  • Penggunaan: Wajib untuk struktur utama seperti kolom baja gudang, tiang PJU, atau tower.
  • Kunci Sukses: Presisi adalah segalanya. Gunakan mal (cetakan) kayu atau besi saat pengecoran agar posisi anchor bolt tidak meleset dari lubang baseplate.

2. Angkur Pasca-Tanam (Post-Installed)

Dipasang setelah beton mengeras. Kategori ini terbagi lagi menjadi dua mekanisme kerja yang sangat berbeda:

  • Angkur Mekanis (Dynabolt): Mengandalkan pemuaian selongsong besi untuk menekan dinding lubang. Murah dan cepat, tapi berisiko membuat beton pecah jika dipasang terlalu dekat ke tepi.
  • Angkur Kimia (Chemical Anchor): Menggunakan lem resin khusus. Tidak menyebabkan tekanan pada beton, sehingga aman untuk area tepi dan sambungan struktur lama.

Perbandingan Visual Cara Kerja: Perhatikan zona merah (tekanan tinggi) pada anchor bolt mekanis di bawah ini, yang berisiko memecahkan beton jika tidak hati-hati.

Perbandingan Visual Cara Kerja Angkur
Perbandingan Visual Cara Kerja Angkur

Material Angkur: Waspada Besi “Banci”

Di pasar konstruksi Indonesia, tidak semua besi diciptakan sama. Sebagai pembeli cerdas, Anda wajib tahu perbedaan dua material ini agar tidak tertipu:

Baja ST37 vs ST41: Apa Bedanya?

  • ST37 (Baja Lunak): Umumnya berwarna agak gelap/kusam. Ini adalah material besi beton polos biasa. Cukup untuk beban ringan, namun kurang ideal untuk struktur berat.
  • ST41 (Baja Karbon Menengah): Sering disebut “Besi As” atau “Assental”. Cirinya berwarna putih mengkilap dan permukaannya halus licin. Kekuatannya 10-15% lebih tinggi dari ST37 dan ukurannya lebih presisi.

Cara Cek Angkur Asli vs Banci

Banyak anchor bolt dijual dengan label “M16” (16mm), padahal aslinya hanya 14.8mm atau 15mm (Banci).

  • Tips: Bawa jangka sorong (sketmat). Ukur diameter batangnya. Angkur full SNI harus memiliki toleransi diameter yang sangat minim.
  • Dampak: Angkur banci memiliki luas penampang lebih kecil, yang berarti kekuatan tariknya turun drastis. Jangan korbankan keamanan bangunan demi hemat beberapa ribu rupiah.

Teknik Pemasangan Anti-Gagal (Metode Chemical)

Menggunakan anchor bolt kimia mahal sekalipun akan gagal total jika Anda malas membersihkan lubang. Debu adalah isolator yang mencegah lem menempel ke beton.

Protokol “Zero-Error” (Tiup-Sikat-Tiup): Ikuti urutan kerja di bawah ini secara disiplin.

Protokol "Zero-Error" (Tiup-Sikat-Tiup)
Protokol “Zero-Error” (Tiup-Sikat-Tiup)
  1. Bor lubang sesuai diameter dan kedalaman spesifikasi.
  2. Tiup (Blow 1): Bersihkan debu kasar minimal 2x dengan pompa tangan/kompresor.
  3. Sikat (Brush): Gunakan sikat kawat (bukan sikat plastik!) untuk merontokkan debu bandel di pori-pori dinding lubang.
  4. Tiup (Blow 2): Tiup lagi hingga tidak ada debu keluar.
  5. Injeksi: Masukkan lem mulai dari dasar lubang agar tidak ada udara terjebak.

Angkur untuk Bata Ringan (Hebel): Bisakah?

Banyak yang bertanya, “Apakah dinding hebel bisa dipasangi anchor bolt?”

Jawabannya: Bisa, tapi DILARANG menggunakan paku biasa atau dynabolt standar.

Struktur hebel yang berpori akan hancur jika ditekan oleh ekspansi dynabolt besi. Solusinya:

  • Gunakan Fischer Khusus Hebel (Nilon/Plastik) yang memiliki sirip lebar mencengkeram.
  • Untuk beban berat (seperti Kitchen Set), gunakan Chemical Anchor pada hebel untuk hasil permanen yang menyatu dengan material dinding.

Jadi, anchor bolt adalah investasi kecil yang melindungi aset besar Anda. Memilih antara anchor bolt tanam atau kimia, serta memastikan materialnya bukan besi “banci”, adalah keputusan krusial di awal proyek.

Tips:

  1. Gunakan ST41 (As Putih) untuk struktur baja berat demi keamanan ekstra.
  2. Terapkan metode Tiup-Sikat-Tiup saat memasang chemical anchor.
  3. Cek diameter fisik anchor bolt dengan sketmat sebelum membeli.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya. Jika Anda membutuhkan suplai angkur berkualitas presisi atau material konstruksi lainnya, hubungi distributor besi terpercaya yang menjamin spesifikasi full size dan bersertifikat.

besi
Bagikan sekarang