Analisis Pasar: Ekspor China Mulai Pulih

Ekspor China

Trend ekspor untuk semua produk baja cenderung menurun pada bulan Juli lalu. Sejak kejatuhan yang cukup dramatis tahun lalu dalam ekspor China, eksportir Turki menerima keuntungan dengan kembalinya pelanggan di seluruh Asia Tenggara. Hal ini tidak bertahan lama dengan kembali menguatnya ekspor China. Dibawah ini ulasan kami untuk para Perkasa Partner terkait kondisi pasar besi terbaru.

Harga Besi Beton China Naik Lagi

Pangsa ekspor produksi untuk bar dan rod di China telah pulih sejak Januari.  Seperti yang telah diprediksi, harga besi beton di pusat konsumen China naik lagi. Selama seminggu terakhir, dengan pasar yang semakin ketat di seluruh negeri. Area China mengalami kenaikan  sekitar 25 yuan – 50 yuan . Pengurangan pajak penjualan, harga berdasarkan *ex-warehouse (rata-rata dari tiga kenaikan diatas) masih diperdagangkan dengan nilai mendekati indeks ekspor.

Akhir tahun lalu, di tengah pemotongan produksi pada musim dingin, harga lokal China melonjak tinggi, kisaran lebih dari $100 per ton. Selama periode permintaan yang melemah,  pihak pembeli panik akibat reaksi dari para pengguna terkait dengan produksi yang dihentikan di area utara China. Permintaan yang lemah karena harga tinggi seperti menjadi kondisi yang bersifat sementara saja hingga musim dingin ini setidaknya di sekitaran Beijing tetap menjadi target.

Saat ini, momentum kenaikan untuk besi beton akan melambat. Memang, selama seminggu terakhir, saham-saham besi beton semakin merosot, para investor wire rod meningkat. Hal ini menunjukkan produsen besi beton hanya menyeimbangkan kegiatan mereka sesuai dengan pelanggan. Stok akhir bulan pabrik, tidak akan secara signifikan berubah dari kondisi di bulan Juni.  Sehingga sudah hampir pasti mereka tidak memotong produksi lebih dari yang ditanggung oleh pasar.

Ekspor Dari Turki Telah Menurun 60%

Ketika para pemasok Turki menjalin relasi dengan para pembeli dari Asia Tenggara, mereka akan berharap adanya pemulihan ekspor di China. Tujuan alternatif lainnya adalah pasar pada US, EU, dan Asia Tenggara yang sama potensialnya dengan pasar di Timur Tengah. Adanya keraguan bahwa dalam posisi pasar saat ini, mereka akan meningkatkan pembelian untuk memaksa produsen Turki mengurangi produksi dan menekan harga lagi. Setelah mampu mempertahankan harga pada tingkat yang relatif tinggi, produsen di Eropa berharap agar pabrik di Turki tidak berusaha melemahkan produksi mereka.

Dalam lima bulan di semester pertama tahun ini, ekspor Turki telah turun sebanyak 60%. Bea impor di US akan dinaikan dari 25% menjadi 50% yang sudah menjadi ketetapan. Meski ekspor ke US sudah turun dari 61% tahun ke tahun pada saat yang sama, kewajiban 25% tidak terlalu sulit bagi pembeli untuk membayar di tengah lingkungan harga lokal US. Namun ekspor Eropa juga telah pulih kembali dengan demikian ada kemungkinan harga Turki akan kehilangan daya tariknya.

*ex-warehouse digunakan untuk menyatakan bahwa pembeli barang bertanggung jawab untuk mengatur dan membayar barang untuk diangkut dari gudang penjual (gudang barang). Pengiriman terhadap pembayaran mengacu pada harga ex-warehouse.

Ikuti perkembangan informasi industri besi dan baja di blog SMS Perkasa.

Bagikan sekarang