Infrastruktur China yang Gagal Ini Bikin Melongo

Infrastruktur china

China, kemampuannya dalam membangun infrastruktur kelas dunia dengan kecepatan yang luar biasa memang tidak bisa diragukan. Jembatan, tower pencakar langit, dan proyek infrastruktur lainya membuat China dijuluki sebagai raja konstruksi Dunia. Namun jangan salah, China juga dikenal dengan beberapa “kota hantu” atau proyek-proyek perkotaan besar yang gagal menarik penduduk atau investasi seperti yang direncanakan. Selain itu, ada beberapa proyek lain juga yang tidak lanjut dan seringkali dianggap gagal oleh masyarakat China. Apa saja itu? simak informasi dibawah ini!

Kota Hantu: Mimpi Indah yang Belum Terpenuhi

Ketika mendengar “kota hantu”, yang terbayang adalah kota-kota dengan bangunan mewah yang sepi. China telah membangun berbagai kota dan kompleks perumahan dengan harapan menampung jutaan penduduk. Sayangnya, banyak di antaranya yang kosong atau memiliki tingkat hunian rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendekatan integratif dalam perencanaan dan eksekusi. Meskipun pembangunan infrastrukturnya memukau, namun aspek lain seperti keberlanjutan, kebutuhan masyarakat, dan konektivitas transportasi seringkali terabaikan.

Sebagai contoh, Kota Tonghui, yang diharapkan menjadi infrastruktur china versi Swiss, sayangnya tidak mendapat sambutan hangat dari publik. Begitu pula dengan Yujiapu, yang dijuluki sebagai Manhattan versinya China. Walaupun telah berlalu lebih dari 10 tahun sejak pembangunannya selesai, tingkat hunian di sana masih cukup rendah. Selain itu, banyak kritikus percaya bahwa pembangunan ini kurang mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial lokal.

Infrastruktur China Bus Anti Macet

Bus Anti Macet
Bus Anti Macet
Sumber: Dailysabah.com

Pada tahun 2016, China memperkenalkan konsep bus anti macet, TEB-1 Straddling. Dengan desain unik yang menggabungkan konsep bus dan kereta, ide ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan. Namun, setelah uji coba, proyek ini mendapat banyak kritik dan dirasa belum efektif. Beberapa kelemahan, seperti penggunaan ban karet yang tidak stabil, menjadi penyebab kegagalannya. Meskipun demikian, ide tersebut memberi gambaran bahwa China berkomitmen untuk mencari solusi inovatif terhadap permasalahan urban yang semakin kompleks.

Selain itu, proyek ini membuka mata dunia bahwa solusi terhadap kemacetan bukan hanya pada ekspansi infrastruktur, melainkan juga inovasi dalam transportasi. Kesediaan China untuk bereksperimen menciptakan potensi untuk teknologi baru di masa depan yang mungkin lebih matang dan efektif dalam mengatasi isu-isu perkotaan.

Infrastruktur China, Sponge City: Ketika Alam Berbicara

China memperkenalkan konsep “kota spons” sebagai solusi banjir dan masalah lingkungan lainnya. Dengan pemanfaatan lahan resapan air dan ruang terbuka hijau, diharapkan kota-kota ini dapat lebih ramah alam. Namun, ketika Zhengzhou, salah satu kota spons, mengalami banjir bersejarah pada Juli 2021, banyak yang meragukan efektivitas konsep ini. Sebagai tambahan, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kesiapan darurat dan infrastruktur pendukung lainnya dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana alam.

Konsep “kota spons” mencerminkan kesadaran mendalam tentang kebutuhan untuk hidup berdampingan dengan alam dan merespons perubahan iklim. Namun, realita Zhengzhou menunjukkan bahwa visi dan implementasi harus selaras. Meskipun ide dasarnya luar biasa, penerapan di lapangan memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk adaptasi terhadap fenomena alam yang tak terduga dan integrasi dengan teknologi canggih.

Kesimpulan

Ketika membahas pembangunan infrastruktur, aspek kualitas material menjadi salah satu poin krusial yang menentukan keberhasilan proyek tersebut. Besi, sebagai salah satu komponen utama dalam konstruksi, memiliki peran yang sangat vital. Di Indonesia, besi beton SNI adalah pilihan yang direkomendasikan karena telah memenuhi standar kualitas yang ketat, berbeda dengan besi “banci” yang belum memiliki kualitas sesuai standar di Indonesia.

Menggunakan besi beton SNI tidak hanya memastikan kestabilan dan ketahanan konstruksi tetapi juga menjamin keselamatan pengguna infrastruktur tersebut. Oleh karena itu, memilih toko besi terpercaya menjadi langkah krusial agar dapat memperoleh material berkualitas tinggi. Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan material yang tepat, impian membangun infrastruktur yang kokoh dan tahan lama dapat diwujudkan dengan minim risiko kegagalan.

Bagikan sekarang