Wiremesh vs Besi Beton Konvensional, Pilih Mana?

Keuntungan dan Kekurangan Wiremesh

Perkasa Partner, pernah kepikiran nggak sih kenapa penggunaan besi wiremesh dalam pekerjaan konstruksi maupun infrastruktur sama pentingnya dengan penggunaan besi beton biasa? Lalu, kira-kira apa sih perbedaan penggunaan antara besi beton biasa dengan wiremesh? Kira-kira apa sih keuntungan dan kekurangan wiremesh jika dibandingkan dengan rangkaian besi beton konvensional?

Tiba-tiba saja ada seorang pelanggan yang mengirim sederet pesan melalui aplikasi chat kepada sales kami. Pertanyaanya kurang lebih seputar material terbaik yang digunakan untuk proyek konstruksi. Terlebih mengenai keuntungan dan kekurangan wiremesh jika dibandingkan dengan penggunaan rangkaian besi beton konvensional. Wah, sepertinya topik ini memang menarik sekali untuk dibahas ya. Penasaran nggak nih? Ehehehe.

Sebenarnya, jika dibandingkan, baik besi beton maupun wiremesh memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini tentu saja akan dipengaruhi oleh kebutuhan pengguna karena memang fungsi dari besi beton dan wiremesh cukup berbeda. Wiremesh sendiri sebenarnya adalah produk besi yang terbuat dari rangkaian besi beton (umumnya ulir) yang dibentuk seperti jejaring dengan baris dan kolom yang saling berpotongan. Maka tidak heran, jika penggunaannya dalam industri pun hampir sama. Hanya saja fungsinya memang sedikit berbeda. Nah, dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai keuntungan dan kekurangan wiremesh dibandingkan besi beton konvensional pada struktur bangunan.

Baca juga: Apa itu Wiremesh?

Keuntungan dan Kekurangan Wiremesh

Seperti yang sudah pernah kami bahas mengenai keuntungan dan kekurangan besi beton, dapat kita pahami jika besi beton merupakan material utama yang paling efisien dan ekonomis dalam pembuatan struktur bangunan. Besi beton memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Sifat besi yang fleksibel dan ulet membuat besi beton lebih mampu menahan tekanan yang lebih tinggi.
  2. Besi beton juga tahan api dan tahan air jika dibandingkan dengan material lainnya.
  3. Secara biaya, besi beton lebih ekonomis karena volume penggunaannya akan lebih sedikit dan masa hidupnya lebih panjang karena memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca.
  4. Instalasi besi beton dapat dilakukan oleh tenaga berkeahlian rendah.

Nah, itu sebabnya konstruksi bangunan yang menggunakan besi beton jauh lebih ekonomis dan menguntungkan. Lalu, jika dibandingkan dengan wiremesh, apa sih perbedaannya?

keuntungan dan kekurangan wiremesh untuk struktur bangunan
Struktur Wiremesh pada Pondasi Bangunan (Sumber: Construction Structure)

Keuntungan Wiremesh

Sama-sama Kuat dan Fleksibel

Tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara besi beton dan wiremesh dari segi kekuatan. Hal ini disebabkan karena wiremesh terbuat dari besi beton ulir, maka kualitasnya akan sama dengan struktur besi beton konvensional. Eits, tapi bukan berarti kita bisa memilih wiremesh secara sembarangan ya. Dalam pembelian wiremesh, kualitas besi beton penyusunnya harus diperhatikan dengan baik. Sebagai contoh, kita harus tau berapa toleransi ukuran pada diameter wiremesh yang kita beli. Wiremesh yang baik biasanya memiliki standar JIS (Japanese Industrial Standard) yang tidak memiliki toleransi ukuran alias memiliki ukuran asli. Di pasar Indonesia, selain standar JIS, ada juga standar lain untuk wiremesh yang memiliki variasi toleransi ukuran. Contohnya untuk wiremesh M4, toleransi ukuran wiremesh bisa sangat beragam seperti ±0.7 mm, ±0.5 mm, dan ±0.3 mm.

Penyimpanan Wiremesh Lebih Mudah

Wiremesh memiliki dua macam bentuk, yaitu lembaran dan rol. Standar ukuran wiremesh lembaran adalah 5.4 meter x 2.1 meter. Sedangkan besi beton memiliki panjang standar sebesar 12 meter yang biasanya ditekuk 2 menjadi sekitar 6 meter untuk memudahkan pengiriman. Dengan ukuran tersebut, tentu saja ukuran wiremesh yang tidak terlalu panjang akan memudahkan pengguna untuk menyimpan material ini karena tidak memakan tempat. Bentuk lembaran dan rol pada wiremesh juga lebih praktis dibandingkan dengan lonjoran besi beton. Namun, tentu saja wiremesh akan membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih lebar jika dibandingkan dengan besi beton lonjoran.

Sama-sama Mudah Ditemukan

Hampir semua toko bangunan dan toko besi pasti menjual besi beton. Tentu saja, hal ini dikarenakan besi beton merupakan material utama dalam pembuatan struktur bangunan. Begitu pula dengan wiremesh yang tidak kalah kondang. Wiremesh juga mudah ditemuka di toko-toko bangunan.

Pengiriman Wiremesh Lebih Murah

Lagi-lagi karena ukuran wiremesh lebih pendek dan lebih praktis, pengiriman wiremesh akan lebih mudah. Besi beton membutuhkan pengiriman dengan kendaraan yang lebih panjang untuk menampung 12 meter, atau setidaknya 6 meter panjangnya. Sedangkan wiremesh dapat dikirimkan dengan menggunakan kendaraan yang lebih kecil. Wiremesh dalam bentuk rol atau gulungan bahkan lebih irit tempat. Hal ini tentu saja akan menjadikan biaya pengiriman wiremesh cenderung lebih murah dibandingkan besi beton.

Pemasangan Lebih Cepat

Wah, kalau ini sih tentu wiremesh juaranya. Wiremesh dibuat di pabrik dengan teknologi yang lebih canggih dan waktu produksi yang lebih singkat. Ketika wiremesh sampai di tangan user, wiremeh akan dengan mudah dipasang dan lebih praktis. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu pengerjaan proyek dan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Bayangkan saja jika harus menggunakan besi beton untuk pembuatan struktur lantai. Besi beton harus terlebih dahulu dipotong dan dirakit dengan menggunakan kawat besi sebelum dipasang. Wah, tentu saja akan memakan waktu dan biaya lebih banyak ya.

Biaya Material Lebih Murah

Harga material wiremesh memang jauh lebih murah dan ekonomis jika dibandingkan dengan membuat struktur besi beton yang dirakit secara manual. Hal ini disebabkan struktur besi beton konvensional akan memakan biaya untuk pembelian besi beton, pembelian kawat besi, dan biaya tenaga perakitnya. Nah, udah kebayang kan berapa banyak uang yang bisa dihemat dari penggunaan besi beton?

Ukuran Wiremesh Dapat Disesuaikan

Sudah tau belum kalau kita bisa buat custom ukuran wiremesh sesuai dengan kebutuhan kita? Yak, kalian nggak salah baca nih Perkasa Partner. Wiremesh memang bisa disesuaikan ukurannya. Contohnya saja, kustomisasi ukuran panjang dan lebar, maupun kustomisasi bukaan pada wiremesh. Wah, keren kan?

Hasil Pekerjaan Lebih Baik

Wiremesh dibuat dengan menggunakan electrical resistance untuk pengelasannya. Sehingga rangkaiannya jelas lebih kokoh jika dibandingkan dengan rangkaian beton tulangan konvensional yang hanya direkatkan dengan menggunakan kawat baja.

Baca juga: Proses Pembuatan Wiremesh

Rangkaian Besi Beton Konvensional
Rangkaian Besi Beton Konvensional (Sumber: http://www.aga-cad.com/)

Kekurangan Wiremesh

Pengaplikasian dan Penggunaan Terbatas

Jika dibandingkan dengan beton tulangan konvensional yang bisa dirangkai menjadi bentuk apa saja, wiremesh punya banyak keterbatasan. Bentuk wiremesh yang berupa lembaran, hanya memungkinkan material ini untuk digunakan dalam pengerjaan struktur berbidang horizontal. Wiremesh tidak dapat digunakan untuk memperkuat kolom, balok, maupun sloof karena struktur tersebut termasuk dalam struktur vertikal.

Karat Memengaruhi Kekuatan Wiremesh

Baik beton bertulang konvensional maupun wiremesh sama-sama rentan terhadap karat. Nah, jika sudah berkarat, maka kekuatannya pun akan menurun. Oleh sebab itu, baik wiremesh maupun beton bertulang konvensional harus disimpan dengan baik untuk meminimalisir munculnya karat pada fisiknya.

Pemilihan Kualitas Harus Sangat Diperhatikan

Wiremesh disusun oleh beton bertulang, oleh sebab itu kualitas wiremesh juga dipengaruhi oleh besi beton penyusunnya. Nah, di sini pengguna harus cermat betul dalam memilih material besi beton. Hal ini disebabkan karena dipasaran banyak sekali dijual besi beton yang ukurannya tidak sesuai, atau seringkali disebut sebagai besi beton banci. Pilih wiremesh dengan toleransi ukuran yang paling baik. Jika Perkasa Partner membutuhkan wiremesh dengan ukuran M8, maka pilih wiremesh yang memiliki diameter terukur sebesar 7.7 mm atau pilih wiremesh dengan kualitas JIS agar hasil pengerjaan lebih baik.

Cermati Bagian Lasnya

Las-lasan pada wiremesh akan mudah lepas jika pembuatannya dilakukan secara manual. Oleh sebab itu, sebelum membeli wiremesh, ada baiknya Perkasa Partner menanyakan kualitas barang yang akan dibeli. Pihak penyedia wiremesh biasanya memiliki sertifikat produk untuk menjamin kualitas wiremeshnya.

Wiremesh vs Besi Beton Konvensional, Pilih Mana?

Dari penjelasan di atas, sebenarnya bisa disimpulkan bahwa pemilihan wiremesh maupun besi beton konvensional bisa didasarkan pada fungsi dan kegunaanya. Jika Perkasa Partner membutuhkan material untuk membuat pondasi lantai atau bidang horizontal yang kuat, maka wiremesh adalah pilihan yang paling menguntungkan karena lebih kokoh dan lebih ekonomis. Namun, jika Perkasa Partner membutuhkan material untuk membuat sloof maupun kolom praktis atau bidang vertikal, maka rangkaian besi beton konvensional adalah jawabannya.

Nah, gimana nih Perkasa Partner? Sekarang sudah tau kan keuntungan dan kekurangan wiremesh jika dibandingkan dengan beton tulangan konvensional. Kira-kira udah makin tau nggak nih kapan pakai wiremesh dan kapan pakai besi beton agar konstruksi makin kuat? Eheheheee~

back to top